"Wahai Syaikh, dulu sebelum menikah, saya adalah seorang wanita yang banyak berpuasa, shalat malam, saya dapat merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika membaca Al Qur'an. Tapi sekarang setelah menikah, saya tidak lagi merasakan nikmatnya ketaatan."
Syaikh lalu bertanya,
"Baiklah, bagaimana perhatianmu kepada suamimu?!"
Dengan heran, wanita itupun berkata,
"Wahai Syaikh, aku bertanya kepadamu tentang Al Qur'an, puasa, shalat, dan manisnya ketaatan, tapi mengapa anda bertanya tentang suamiku?"
Syaikh menjawab,
"Betul wahai saudariku, mengapa sebagian istri tidak dapat merasakan manisnya iman, ketaatan, dan tidak dapat merasakan pengaruh dari ibadahnya?"
(Ini jawabannya), Rasulullah -Shallallahu Alaihi wa Sallam- bersabda,
ولا تَجدُ امْرأَةٌ حلاوةَ الإيمان؛ حتى تُؤَدِّيَ حقَّ زوْجِها
"Seorang istri tidak akan dapat merasakan manisnya iman sampai ia menunaikan kewajibannya terhadap suaminya."
[HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Mu'jam Al-Kabir (no. 90), dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (no. 7325)]
(Shahih At Targhib 1939).
==========
Faedah dari FB Ust. musaddad Al-Kutawiy

Komentar
Posting Komentar