Sebaik-baik Penolong, Penuntun, dan Bekal menuju Negeri Akhirat



Sebaik-baik Penolong, Penuntun,
dan Bekal menuju Negeri Akhirat

Faedah Ilmiah yang Berserakan (13)

Oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
_hafizhahullah_
@abu.faizah03


Penolong terbaik di kala kita susah dan butuh adalah Allah. Dia-lah Yang selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.

Jalan yang terbaik untuk kita tapaki adalah jalannya Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- yang membimbing kita ke surga.

Bekal terbaik yang mengantarkan seseorang ke pintu surga adalah bekal taqwa. Tidak akan sempurna suatu amalan yang tidak dibarengi kesabaran.

Sahl bin Abdillah At-Tustariy (wafat 283 H) _rahimahullah_ berkata,
لاَ مُعِيْنَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ دَلِيْلَ إِلاَّ رَسُوْلُ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلاَ زَادَ إِلاَّ التَّقْوَى، وَلاَ عَمَلَ إِلاَّ الصَّبْرُ عَلَيْهِ.
"Tiada penolong, melainkan Allah. Tiada dalil (penuntun), selain Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-. Tiada bekal, melainkan taqwa. Tiada amalan, kecuali harus bersabar di atasnya".
[Lihat Tarikh Al-Islam (21/188) karya Al-Hafizh Abu Abdillah Adz-Dzahabiy, cet. Dar Al-Kitab Al-Arobiy, 1407 H]

Siapa yang ingin keluar dari segala kesusahannya, maka jadikanlah Allah sebagai Penolong dirinya.

Siapa yang ingin terhindar dari kesesatan dan salah jalan dalam perjalanannya ke negeri akhirat, maka jadikanlah Rasulullah _shallallahu alaihi wa sallam_ sebagai penuntun dan teladan dalam beramal di atas kebenaran.

Siapa yang ingin meraih kebahagiaan di kampung akhirat, maka hendaknya ia memperbanyak bekalnya berupa amal sholih yang terlahir dari ilmu dan iman. Itulah “taqwa” kepada Allah _azza wa jalla_.

Namun tentunya ketaqwaan itu tidak akan kita raih dengan baik, melainkan harus dibarengi dengan ash-shobr ‘kesabaran’ dalam dalam mencari ilmu yang akan membuahkan iman dan amal sholih.

Link Artikel :
https://alihsanku.blogspot.com/2018/06/sebaik-baik-penolong-penuntun-dan-bekal-menuju-negeri-akhirat.html 

Komentar