Perumpamaan Orang yang Jahil dan
Bermaksiat
Faedah Ilmiah yang Berserakan (12)
Oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
_hafizhahullah_
@abu.faizah03
Orang yang jahil, mirip orang yang
mati, karena orang mati tak lagi mampu memahami sesuatu.
Orang yang asyik dengan maksiatnya
ibarat orang yang mabuk. Sebab orang yang bermaksiat seringkali merasakan
enaknya maksiat yang ia lakukan. Ia pun terlena dalam maksiatnya, sebagaimana
pemabuk terlena dalam mabuknya.
Sahl bin Abdillah At-Tustariy (wafat 283 H) _rahimahullah_ berkata,
الجَاهِلُ مَيِّتٌ، وَالنَّاسِي نَائِمٌ،
وَالعَاصِي سَكْرَانُ، وَالمُصِرُّ هَالِكٌ
"Orang yang jahil adalah (laksana)
mayat. Orang yang lupa (laksana) orang yang tidur. Orang yang bermaksiat (laksana) orang yang mabuk. Orang yang
terus-menerus (dalam maksiat) adalah orang yang akan mengalami
kehancuran".
[Lihat : Nisywar
Al-Muhadhoroh wa Akhbar Al-Mudzakaroh (2/141) oleh Abu Ali Al-Muhsin bin
Ali At-Tannukhiy Al-Bashriy, cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, 1424 H]
Adapun orang
yang terus-menerus dalam maksiat, maka akan mengalami kehancuran. Sebab, dosa
itu ibarat kayu bakar bila terkumpul banyak, maka akan membinasakan pemiliknya.
Karenanya,
seorang hamba wajib berhenti dari maksiatnya dan menjauhinya, agar kebinasaan
itu tidak menimpa dirinya.
Link Artikel :
https://alihsanku.blogspot.com/2018/06/perumpamaan-orang-yang-jahil-dan-bermaksiat.html
Link Artikel :
https://alihsanku.blogspot.com/2018/06/perumpamaan-orang-yang-jahil-dan-bermaksiat.html

Komentar
Posting Komentar