"Penasihat bagi Orang yang Bertaqwa"
Faedah Ilmiah yang Berserakan (20)
oleh :
Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah
_hafizhahullah_
@abu.faizah03
Hati orang yang bertaqwa selalu mengingatkannya untuk
taat kepada perintah Allah dan menjauhi sesuatu yang terlarang.
Itulah hati seorang yang bertaqwa, hatinya selalu
menjadi penasihat baginya.
Muhammad bin Sirin Al-Anshoriy
Abu Bakr Ibnu Abi Amroh Al-Bashriy (tabi'in : wft 110 H) -rahimahullah- berkata,
إِذَا أَرَادَ
اللهُ تَعَالَى بِعَبْدٍ خَيْرًا، جَعَلَ لَهُ وَاعِظًا مِنْ قَلْبِهِ، يَأْمُرُهُ
وَيَنْهَاهُ
"Jika Allah menghendaki kebaikan pada
seorang hamba, maka Allah berikan penasihat baginya berupa hatinya yang akan
memerintahkannya dan melarangnya".
[HR. Ahmad bin Hambal dalam Az-Zuhd
(hal. 306), Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah (2/264), Ibnu Baththoh
dalam Al-Ibanah (no. 1723) dan Ibnu asakir dalam Tarikh
Dimasyqo (53/221)]
Demikianlah hati orang-orang muttaqin (orang-orang
yang bertawa), selalu menjadi penasihat bagi dirinya di kala ia lalai,
pendorong baginya dalam kebaikan dana mal-amal sholih.
Hati yang terbimbing oleh wahyu akan selalu menyinari
jalan hidupnya, sehingga dengan ia mampu menapaki jalan-jalan kebaikan dan
menjauhi jalan-jalan kebinasaan.
...................................................................................
Artikel ini, selesai kami edit ulang, 21 Romadhon 1439 H, Ponpes Al-Ihsan, Jalan Likukang, Kel. Bontomanai, Kec. Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan.

Komentar
Posting Komentar