Mahalnya Persaudaraan di atas Kebenaran




Mahalnya Persaudaraan di atas Kebenaran


Faedah Ilmiah yang Berserakan (19)

Oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
_hafizhahullah_
@abu.faizah03

Sebagian orang tidak mengerti arti sebuah persaudaraan di atas kebenaran, sehingga ia pun menyia-nyiakannya, tanpa penyesalan sedikit pun.

Dengan sebuah kesalahan, sebagian orang mudah sekali memutuskan pertemanan dan persaudaraannya.

Wahai saudaraku, persaudaraan adalah sebuah perbendaharaan yang mengalahkan sekian banyak nikmat.

Karenanya, Al-Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Bustiy _rahimahullah_ pernah berkata,

((فَالْوَاجِبُ عَلَى الْعَاقِلِ أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهُ لَيْسَ مِنَ السُّرُوْرِ شَيْءٌ يَعْدِلُ صُحْبَةَ الْإِخْوَانِ ، وَلاَ غَمَّ يِعْدِلُ غَمَّ فَقْدِهِمْ))
انظر : روضة العقلاء ونزهة الفضلاء، لابن حبان البستي، ص. 86
"Kewajiban bagi orang yang berakal, ia mengetahui bahwa tak ada sesuatu berupa kegembiraan yang setara dibandingkan shuhbatul ikhwan (persahabatan dengan para ikhwan) dan tak ada kesedihan yg setara dibandingkan kesedihan akibat hilang (mati)nya mereka (para ikhwan/sahabat di atas kebenaran)". [Lihat Roudhotul Uqola' wa Nuzhatul Fudhola', hal. 86]

Begitu sedih aku melihat orang-orang yang suka memutuskan tali persahabatan, demi kepentingan dunia yang hina.

Jabatan dan kedudukan duniawi, tiada berharga bagimu di sisi Allah -tabaroka wa ta'ala- bila semuanya menjadi sebab hancurnya persaudaraan imaniyah yang terbangun di atas kebenaran.

Sebagian salaf bila mendengar seorang ahlus sunnah yang setia menapaki jalan-jalan kebenaran meninggal di ujung dunia, maka ia pun meneteskan air mata, seraya merasakan sakit di hati, seakan satu dari jari-jemarinya terputus dan bagaikan anggota badannya, ada yang hilang.


Ketahuilah, persaudaraan di atas iman jauh lebih mahal daripada dunia dan seisinya.

Allah _jalla wa ala_ berfirman,
{هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ (62) وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (63)} [الأنفال: 62، 63]

“Allah-lah Yang memperkuatmu dengan pertolongan Nya dan dengan para mukmin, serta Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kalian membelajakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kalian tidak dapat mempersatukan hati mereka. Akan tetapi, Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. al-Anfaal ayat: 62 – 63).

Dari sini ada sebuah pelajaran bagi seorang mukmin bahwa bila hati kita telah direkatkan dan dipersatukan oleh Allah dengan saudara mukmin lainnya, maka jangan pernah kita meretakkan persatuan hati dan raga itu dengan sebab dunia yang murah lagi hina.

Komentar