Beramal Sunnah sesuai Batasan dan Kemampuan



Beramal Sunnah sesuai Batasan dan Kemampuan

Faedah Ilmiah yang Berserakan (10)

Oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
_hafizhahullah_
@abu.faizah03

Amal sunnah yang dilakukan oleh seorang hamba tidaklah berbuah manis, melainkan jika seseorang mengerjakan :
·      sesuai kemampuan, tanpa takalluf (memaksakan diri).
·      sesuai batas syariat, tanpa melakukan sesuatu yang tak disunnahkan.

Sebuah kebahagian seorang hamba, ia beramal sesuai batasan dan kemampuan dirinya.

Abul Fath Ali bin Muhammad Al-Katib Al-Bustiy (wafat 401 H) -rahimahullah-  berkata,
مِنْ سَعَادَةِ جَدِّكَ وُقُوْفُكَ عِنْدَ حَدِّكَ
"Diantara kebahagiaan nasibmu, berhentinya kamu pada batasanmu". [Lihat Qiro Adh-Dhoif (4/348)]

Alangkah benarnya ucapan Abul Fath _rahimahullah_. Sungguh kita telah menyaksikan beberapa golongan manusia dari kalangan ahli bid’ah yang giat melakukan sebuah ibadah yang tidak ada dasarnya dalam Sunnah yang shohihah, sampai ia kelelahan dan melampaui batas.

Namun ternyata mereka tidak menuai pahala, bahkan mereka hanya menuai dosa atas bid’ahnya.

Mereka telah menguras harta, tenaga, dan pikiran serta segala potensi, lalu hasil nihil dan hampa!

Komentar