Sahabat Sejati dalam Hidup




“Sahabat Sejati dalam Hidup”

Faedah Ilmiah yang Berserakan (18)



Oleh :

Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.

_hafizhahullah_

@abu.faizah03


Diantara kita, ada yang menyangka bahwa sahabat dan teman sejati itu adalah mereka yang selalu menuruti semua keinginan kita, tanpa memperhatikan baik atau tidaknya sesuatu yang kita ingini.

Namun hakikat sahabat adalah orang mengusahakan kebaikan bagimu, bukan semua apa yang kamu inginkan.

Sahabat sejati selalu membimbing saudaranya kepada kemaslahatan dan kebaikan dunia dan akhiratnya.

Abu Sholih Al-Mizziy _rahimahullah_ berkata,
الْمُؤْمِنُ مَنْ يُعَاشِرُكَ بِالْمَعْرُوْفِ ، وَيَدُلُّكَ عَلَى صَلاَحِ دِيْنِكَ وَدُنْيَاكَ، وَالْمُنَافِقُ مَنْ يُعَاشِرُكَ بِالْمُمَاذَعَةِ وَيَدُلُّكَ عَلَى مَا تَشْتَهِيْهِ
"Seorang mukmin (yang sejati) adalah orang yang mempergaulimu dengan cara yang ma'ruf (baik) dan membimbingmu kepada kemaslahatan agama dan duniamu, sedang orang munafiq adalah orang yang mempergaulimu dengan cara bermanis muka dan membimbingmu kepada sesuatu yang kamu suka-suka".
[Lihat Adabul ‘Isyroh (hal. 22), karya Abul Barokat Muhammad bin Muhammad Al-Ghozziy, cet. Majma' Al-Lughoh Al-Arobiyyah bi Dimasyqo, 1388 H-1968 M]

Teman yang bersifat munafik, tidaklah membimbingmu kepada kebaikan dirimu, tapi kepada semua yang kamu sukai, apakah itu baik, ataukah buruk.

Lahiriahnya, ia menampakkan kedekatan dan kebaikan untuk dirimu, namun tanpa anda sadari, justru ia mendorongmu dalam kebinasaan dunia dan akhirat.

Pilihlah teman yang selalu menasihatimu dalam kebaikan; jika anda mau berbuat kebaikan, maka ia akan menjadi pemacu bagimu dalam kebaikan.

Ia akan selalu menasihatimu dalam kebaikan, sekalipun nasihatnya kadang terasa pahit dan tidak sejalan dengan perasaanmu. Demikianlah nasihat bagaikan obat yang pahit, namun hasilnya baik, insya Allah _ta’ala_.

Sebaliknya, jika kamu mau atau sudah terlanjur jatuh dalam maksiat, maka ia memberi nasihat kebaikan, walaupun itu juga terasa pahit.

Ketahuilah, nasihat persaudaraan tidak selamanya manis. Namun ada kalanya terasa pahit. Siapa yang bersabar menerimanya, maka di depannya banyak kebaikan yang menantinya.

Komentar