Faedah Ilmiah yang Berserakan (11)
Oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
_hafizhahullah_
@abu.faizah03
Marah bukan karena Allah, tapi
karena urusan dunia yang sepele adalah sifat tercela. Saking tercelanya, si
pelaku akan hancur adab dan etikanya
Abul Fath Ali bin Muhammad Al-Katib
Al-Bustiy (wafat 401 H) _rahimahullah_ berkata,
مَنْ أَطَاعَ غَضَبَهُ، أَضَاعَ أَدَبَهُ
"Siapa yang memperturutkan amarahnya,
maka ia akan menyia-nyiakan adabnya (etikanya)". [Lihat Qiro Adh-Dhoif (4/348) karya Ibnu Abid
Dun-ya, cet. Adhwa' As-Salaf]
Akibat dari memperturutkan amarah
ini, kita dapati diantara manusia ada yang murtad dari Islam, membunuh orang
lain, membakar hak milik orang lain atau merusaknya, hasad kepada sesama,
memutuskan tali silaturahim, dan lain-lain sebagainya.
Mengikuti amarah adalah pintu bagi
segala keburukan dunia dan akhirat bagi seorang hamba.

Komentar
Posting Komentar